Konfigurasi Mail Server Via Debian GNU/Linux

Hi sobat IT! Kembali dengan saya Melda Veronica 
Kali ini kita akan membahas mengenai Konfigurasi Mail Server pada Debian/Linux.
Berikut ialah langkah-langkah konfigurasinya

Pengertian:
Apa itu mail server? Mail server adalah sebuah program berbasis cloud computing dalam layanan internet yang digunakan untuk melayani pengiriman atau penerimaan email via jaringan server mail yang sama.

Protokol:
Pada mail server terdapat tiga protokol yakni
1. IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol yang bersifat dua arah dan berfungsi sebagai perubahan yang dibuat pada local mail yang dikirimkan ke server.
2. POP3 (Post Office Protocol 3) adalah protokol client/server yang mengirimkan email dari server ke email local, protokol ini berbasis satu arah sehingga data diambil dari server ke email local.
3. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) adalah protokol yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan server untuk melakukan email dari local email ke server sebelum tujuan.

Persiapan: File Iso Debian

Langkah-Langkah:
Sebelum memulai konfigurasi mail server, pastikan dahulu jika DNS sudah dikonfigurasi sebelumnya karena pada materi ini DNS diperlukan. Jika sudah mari kita lanjut konfigurasinya..

1. Pertama, kita edit dahulu file yang berisi nama domain kita
2. Untuk mengaktifkan mail, tambahkan perintah berikut ini
3. Kita install paket postfix dan dovecot, di dalam paket postfix terdapat protokol SMTP sedangkan dalam paket dovecot terdapat ptotokol IMAP dan POP3. Jika ingin menginstall maka lakukan perintah berikut
4. Pada tahap ini untuk menentukan konfigurasi mail server kita nanti, maka kita pilih internet site
5. Isi system mail name menggunakan DNS server dengan menggunakan subdomain mail, yakni mail.melda.com 
6. Tunggu sampai selesai, maka akan muncul tampilan seperti ini

7. Untuk memulai ulang paket postfix karena belum lengkap konfigurasinya maka lakukan perintah berikut ini
8. Maka akan mucul pop up pemberitahuan konfigurasi postfix
9. Untuk menentukan konfigurasi mail server kita, maka kita pilih internet site
10. Isi system mail name menggunakan DNS  server dengan menggunakan subdomain mail, yakni mail.melda.com
11. Pada tahap ini kita kosongkan saja
12. Tahap ini menanyakan apa kita ingin mengirimkan system mail ke tujuan lain? Tetapi saya tetap menggunakan subdomain sehingga saya isi dengan subdomain saya, yakni mail.melda.com
13. Kita non aktifkan pada tahap ini
14. Arahkan network yang digunakan untuk mail system nantinya dan network yang kita gunakan yakni 0.0.0.0
15. Untuk kapasitas mailboxnya kita batasi 5MB dan Ok
16. Tahap ini kita kosongkan saja
17. Karena kita menggunakan IPv4, maka kita arahkan ke IPv4 saja
18. Setelah itu kita edit file main.cf yang berada di postfix dengan perintah berikut
19. Tambahkan mail direktori untuk mail boxnya dengan perintah berikut pada bagian bawah, itu sebagai tempat penyimpanan folder
20. Lalu edit file konfigurasi pada dovecot dengan perintah
21. Disini kita menentukan direktori dengan mencari basis mail_location setelah itu arahkan seperti yang saya kotakan berwarna merah
22. Lalu restart service postfix dan dovecot dengan perintah berikut
23. Untuk pengujian kita perlu menambahkan dua user, satu untuk pengirim (nainggolan) dan satu lagi untuk penerima (veronica)
24. Uji dengan mengirim menggunakan protokol 25 yakni SMTP dengan perintah telnet mail.melda.com 25. Disini kita gunakan dua user untuk pengirim (nainggolan) dan penerima (veronica), kita isikan data dan data ialah isi pesan kita (Mail Server Melda Veronica Nainggolan Berhasil !)
25. Kita login dengan user penerima (veronica) dengan port 110 yakni POP3 (satu arah) dan masukan perintah telnet mail.melda.com 110. Masukan user global dan passwordnya (123)> stat untuk lihat list daftar pesan masuk> retr untuk melihat isi pesan.





Konfigurasi Apache dan Nginx

Hi sobat IT! Kembali lagi dengan saya Melda Veronica
Kali ini kita akan membahas mengenai Konfigurasi Apache dan Nginx

Pengertian
-Apache
HTTP server yang bersifat open source, yakni para pengguna dapat memperoleh sourcenya secara mudah dan cuma-cuma dengan lisensi tertentu.
-Nginx
Software web server yang bersifat open source yang pada awal digunakan untuk HTTP web serving, namu sekarang digunakan sebagai Reverse proxy: HTTP load balancer dan Email proxy: IMAP, POP3, SMTP.
Konsep Kerja
-Apache
Based on prosess
-Nginx
Based on event
Langkah-Langkah
*Untuk awal konfigurasi dns terlebih dahulu dan pastikan dns sudah terinstall, yakni paket bind9*

1. Konfigurasi network adapter
a. Ens33: Bridge adapter untuk mendapat koneksi internet
b. Ens37: Host only untuk terhubung pada client
2. Uji cek dengan ping google.com
3. Untuk berpindah folder ke bind, masukan perintah berikut
4. Edit file untuk domain dan ip
5. Akan muncul tampilan seperti berikut dan sisipkan perintah:
> Zone "apache.ap" {  (nama domain yang akan digunakan)
> Type master (tipe dns, type master digunakan karena kita akan membuat primary name server)
> Zone "19.19.19.in-addr.arpa" {  (lingkup network domain yang digunakan sebagai reverse)
> Zone "nginx.ng" {  (nama domain kedua yang akan digunakan)
6. Konfigurasi zone untuk ip dengan copy db.127 db.ip
7. Edit file db.ip menjadi editor nano
8. Ubah dengan domain pertama kita
> PTR (pointer, reserved address)
> Angka 19 pada pojok kiri (angka terakhir dari ip saya)
9. Copy zone untuk domain pertama
10. Copy zone untuk domain kedua
11. Edit file db.domain menjadi editor nano
12. Isi domain pertama pada tampilan ini seperti perintah berikut
13. Edit file db.domain2 menjadi editor nano
14. Isi domain kedua pada tampilan ini seperti perintah berikut
15. Edit file nano named.conf.options
16. Dan akan muncul tampilan ini, kemudian hapus tanda // dan isi ip kita
17. Edit file nano /etc/resolv.conf
18. Masukan ip yang kita pakai
19. Restart konfigurasi bind9

Pengujian DNS
1.Uji menggunakan ping
2. Uji menggunakan nslookup
3. Uji menggunakan dig untuk domain pertama
4. Uji menggunakan dig untuk domain kedua
 

Konfigurasi Apache2
1. apt-get update terlebih dahulu
2. Install paket apache
3. Masuk ke file apache dan copy file 000-default.conf sesuai keinginan
4. Edit file pada melda.conf
5. Tambahkan servername dengan www.apache.ap
6. Masuk ke folder /var/www/html
7. Edit folder index.html
8. Edit file index html pada bagian page mejadi Selamat datang di apache.ap dengan type /marquee
9. Matikan dahulu file site default
10. Dan aktifkan file web yang telah dibuat sebelumnya
11. Restart apache2

Pengujian Apache2
1. Jika ingin tersambung ke internet, arahkan dns ke server
2. Uji menggunakan nslookup dan cek apakah nama server pada tiap domain sudah benar
3. Uji menggunakan ping pada tiap domain
4. Uji menggunakan web browser dengan nama domain
5. Uji menggunakan web browser dengan ip

Konfigurasi Nginx
1. Sebelum install nginx kita matikan dahulu apache2. Karena keduanya tidak bisa jalan secara bersamaan sehingga harus bergantian
2. Cek status apache
3. Install paket nginx
4. Kita pindah ke direktori dan tambahkan html2
5. Masukan perintah ls untuk melihat file html2 yang sudah dibuat
6. Pindahkan index.nginx-debian.html ke direktori /var/www/html2/
7. Edit file /etc/nginx/sites-available/default dengan editor nano
8. Isi dengan direktori yang sudah dibuat untuk menyimpan file nginx
9. Restart aplikasi nginx
10. Nyalakan nginx dengan perintah

Pengujian Nginx
1. Uji menggunakan web browser dengan nama domian
2. Uji menggunakan web browser dengan ip